Materi Pengelolaan Rapat Kelas XI MPLB
PENGELOLAAN RAPAT / PERTEMUAN
RUANG LINGKUP RAPAT
a. Definisi Rapat
Rapat (conference atau meeting) merupakan alat/media
komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka dan sangat penting,
diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah untuk
mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan keputusan. Jadi rapat
merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri oleh beberapa orang untuk
membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu, dimana melalui rapat
berbagai permasalahan dapat dipecahkan dan berbagai kebijaksanaan organisasi
dapat dirumuskan.
b. Fungsi Rapat:
1.
Menghadirkan solusi pemecahan masalah
Di dalam sebuah rapat pasti akan menemukan masalah, baik masalah kecil hingga masalah besar. Maka melalui rapat, diharapkan
tercipta beberapa solusi untuk mtuk memecahkan masalah tersebut.
2.
Menjadi forum demokrasi
Pelaksanaan rapat biasanya diisi dengan berbagai macam divisi. Mereka
saling mengeluarkan pendapat, masukan, dan kritikan.
3. Sarana menyampaikan informasi
Rapat merupakan sarana untuk menyampaikan informasi terbaru terkait
perusahaan atau kinerja tim yang paling tepat.
4.
Media koordinasi
Semua urusan pekerjaan bisa dibahas dalam rapat dengan berbagai masukan
dan ide baru. Informasi yang disampaikan di dalam rapat pasti didengar oleh
setiap peserta. Pada akhirnya, koordinasi seluruh pihak bisa berjalan lancar.
5.
Sarana untuk bernegosisasi
Rapat tidak hanya dijalankan dalam internal perusahaan organisasi saja.
Rapat juga biasa dilakukan dengan pihak lain. Proses negosiasi bisa berjalan
lancar dan mudah apabila dilakukan dengan gaya komunikasi terstruktur seperti
umumnya sebuah rapat.
c.
Tujuan Rapat
1.
Untuk memecahkan atau mencari jalan keluar suatu masalah
2.
Untuk menyampaikan informasi, perintah, pernyataan, ataupun
menginformasikan keputusan yang sudah diambil sebelumnya kepada pihak yang
berkepentingan
3.
Menampung semua permasalahan dari arus bawah (para peserta rapat).
4.
Untuk mencari solusi atas masalah yang menjadi topik, agar peserta rapat
dapat ikut berpartisipasi kepada masalah-masalah yang sedang terjadi.
5.
Untuk menjalin kerja sama di bidang bisnis beserta ketentuannya.
6.
Menjalin kerjasama diantara anggota untuk membentuk suatu sikap yang
diinginkan, karena jika tidak diadakan rapat maka kemungkinan anggota hanya
memikirkan bagian pekerjaanya sendiri tanpa memikirkan bagian lainnya.
d. Jenis-Jenis Rapat:
1. Menurut tujuannya, yaitu:
a) Rapat penjelasan ialah rapat yang bertujuan
untuk memberikan penjelasan kepada para anggota, tentang kebijaksanaan yang
diambil oleh pimpinan organisasi, tentang prosedur kerja dana tata cara kerja
baru, untuk mendapatkan keseragaman kerja.
b) Rapat pemecahan masalah bertujuan untuk
mencari pemecahan tentang suatu masalah yang dihadapi. Suatu masalah dikatakan
sebagai problem solving apabila masalah itu pemecahannya berhubungan dengan
masalah-masalah lain, saling terkait.
c) Rapat perundingan, yaitu rapat yang bertujuan
menghindari timbulnya suatu perselisihan, mencari jalan tengah agar tidak
saling merugikan kedua belah pihak.
2. Menurut sifatnya, rapat dibedakan menjadi:
a) Rapat formal: rapat yang untuk membahas
masalah-masalah yang sangat penting dan berlaku peraturan keprotokolan yang
mengatur kelancaran jalannya rapat.
b) Rapat informal: rapat yang diadakan tidak
didasarkan suatu perencanaan formal.
c) Rapat terbuka merupakan rapat yang dapat
dihadiri oleh semua anggota dan materi yang dibahas tidak merupakan masalah
yang bersifat tidak rahasia.
d) Rapat tertutup merupakan rapat yang dihadiri
oleh peserta rapat tertentu saja dan masalah yang dibahas merupakan
masalah-masalah yang masih bersifat rahasia.
3. Menurut jangka waktunya, dapat dibedakan
menjadi:
a) Rapat mingguan yaitu rapat yang diadakan
sekali seminggu, yang membahas masalah-masalah yang bersifat rutin yang
dihadapi oleh masing-masing manajer.
b) Rapat bulanan, rapat yang diadakan sebulan
sekali, setiap terjadi pada bulan lalu. Misalnya, membahas rugi bulan yang
lalu.
c) Rapat semesteran adalah rapat yan diadakan
setiap enam bulan sekali yang membahas msalah-masalah yang terjadi selama enam
bula ke depan.
d) Rapat tahunan, yaitu rapat yang diadakan
sekali setahun. Misalnya, rapat Dewan Komisaris.
4. Menurut frekuensinya, rapat terdiri atas:
a. Rapat rutin, rapat yang sudah ditentukan
waktunya, mingguan, bulanan, tahunan.
b. Rapat isidental, yaitu rapat yang tidak
berdasarkan jadwal, tergantung masalah yang dihadapi itu merupakan masalah yang
sangat urgen yang perlu dipecahkan bersama.
Sumber.
5. Menurut pelaksanaanya
a.
Rapat kerja terpimpin, yaitu dimana pimpinan rapat memegang peran utama
dalam pengambilan keputusan.
b.
Rapat kerja terbuka merupakan rapat dimana pimpinan tidak memegang
peranan utama dan para peserta rapat diberi kesempatan untuk saran-saran
positif yang dimilikinya.
6. Berdasarkan nama
a. Rapat kerja adalah rapat para karyawan dan pimpinan untuk membahas
hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas suara instansi.
b. Rapat dinas adalah rapat yang membicarakan
masalah kedinasan. Biasanya dilakukan oleh orang-orang yang bertugas di
instansi pemerintah.
e. Syarat Rapat:
Rapat akan menghasilkan tujuan yang diharapkan, jika pelaksanaannya
memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1.
Suasana terbuka
Suasana rapat yang terbuka berarti setiap peserta rapat siap untuk
menerima informasi dari siapa pun.
2.
Tidak ada monopoli
Dalam suatu rapat, monopoli pembicaraan oleh seorang peserta rapat atau
oleh pimpinan rapat harus dihindari. Hal ini akan menghambat jalannya rapat
karena rapat menjadi kaku dan peserta rapat menjadi pasif (tidak
berpartisipasi). Dalam rapat semua pihak yang terlibat mempunyai hak yang sama
dalam mengeluarkan pendapat.
3.
Partisipasi aktif dari peserta rapat
Rapat yang baik apabila para peserta rapat turut aktif dalam memecahkan
permasalahan yang dibahas dalam rapat.
4.
Bimbingan dan pengawasan dari pimpinan.
Pimpinan
rapat harus dapat memberikan bimbingan kepada seluruh peserta rapat agar mau
berperan aktif dalam pelaksanaan rapat.
5.
Perdebatan berdasarkan argumentasi bukan emosi
Dalam
sebuah rapat terjadi perdebatan adalah hal yag biasa, namun jika perdebatan
menjadi berkepanjangan dan tidak berdasarkan argumentasi yang benar akan
mengakibatkan suasana rapat menjadi panas dan tegang, dan akhirnya rapat akan
dimonopoli oleh peserta yang saling berdebat.
6.
Pertanyaan singkat dan jelas
Pertanyaan–pertanyaan
yang diajukan dalam rapat hendaknya cukup singkat, padat, dan jelas sehingga
mudah dimengerti oleh seluruh peserta rapat.
7.
Disiplin waktu
Membiasakan
pelaksanaan rapat sesuai waktu yang telah ditentukan akan membuat para peserta
rapat menjadi lebih disiplin dan pelaksanaan rapat menjadi lebih tertib.
f.
Prinsip-Prinsip Rapat:
1.
Why, mengapa rapat perlu diselenggarakan? Hal ini untuk menetukan
pentingnya rapat
2.
What, apa masalah yang dibicarakan pada rapat? Hal ini penting untuk
menyediakan agenda rapat
3.
Who, siapa yang akan diundang dalam rapat. Peserta yang diundang
hendaknya sesuai dengan masalah yang akan dibicarakan
4.
When, kapan sebaiknya rapat diselenggarakan. Ini menyangkut hari dan
waktu yang dianggap paling sesuai untuk calon peserta rapat.
5.
How, bagaimana rapat akan diselenggarakan. Apakah secara berkala atau
cukup satu kali, tertutup terbuka, bahan rapat akan dibagikan terlebih dahulu
atau tidak, memerlukan OHP atau sejenisnya dsb.
g. Tipe pemimpin rapat:
1.
Pemimpin otoriter adalah pemimpin yang suka memaksakan kehendaknya,
merasa saling berkuasa dan merasa paling mengetahui segala hal, sehingga kurang
memberikan kesempatan kepada para peserta rapat untuk mengemukakan
pendapatnya.
2.
Pemimpin demokratis adalah pemimpin yang bersifat terbuka, mau
menerima kritik dan saran dari peserta rapat, memberikan kesempatan kepada
peserta rapat untuk mengemukakan pendapatnya.
3.
Pemimpin laizess-faire merupakan tipe ini bersifat pasif dan
cenderung masa bodoh, tidak terlibat langsung dalam kegiatan kelompok, tidak
punya inisiatif dan cenderung bersikap sebagai penonton saja.
h. Tipe Peserta Rapat:
1. Tipe Pemersatu
Tipe ini senang dengan persatuan dan kedamaian, biasanya bertindak
sebagai juru damai, menjadi penengah bagi teman-teman yang bersengketa. Orang
dengan tipe ini biasanya bersifat, berjiwa besar, pengertian, tekun, sabar,
ulet, dan toleran.
2. Tipe Pendengar
Tipe ini termasuk tipe yang pasif, tidak turut memberikan andil pada
saat rapat berlangsung. Biasanya sifat orang dengan tipe pendengar ini adalah
pendiam (jarang berbicara). Ciri-ciri orang dengan tipe pendengar ini biasanya
kurang percaya diri, kurang pengalaman, kurang bergaul, kurang percaya diri.
3. Tipe Penyerang
Peserta rapat ini bersifat suka menentang, sering berdebat dan menantang
pendapat orang lain sehingga sering menimbulkan perdebatan dan perpecahan. Oleh
karena itu, pemimpin rapat harus bertindak cepat dan tepat pada waktu
pengambilan keputusan.
4. Tipe Inisiatif
Peserta rapat tipe ini sangat dinanti kehadirannya pada saat rapat,
mereka dengan tipe ini merupakan orang yang tekun, rajin, daya kreativitas yang
tinggi serta memiliki keinginan yang baik untuk memikirkan jalan keluar
terhadap masalah yang sedang terjadi.
5. Tipe Pemberi Semangat
Peserta rapat yang memberi semangat mempunyai sifat penggerak, kemauan,
dan kemampuan bekerja yang cukup tinggi. Dapat mempengaruhi orang lain karena
dapat membaca situasi, berwibawa dan disegani, sehingga mempunyai pengaruh baik
dalam kelompok ataupun diluar kelompok tersebut.
6. Tipe Pemberi Informasi
Tipe ini selalu memberikan informasi yang dibutuhkan pada saat rapat,
hal ini dikarenakan mereka memiliki banyak informasi yang berguna bagi
pemecahan masalah pada saat rapat, orang dengan tipe ini termasuk mereka yang
mudah bergaul, dan dapat dipercaya.
7. Tipe Perantara
Orang dengan tipe perantara seringnya bertindak sebagai perantara, atau
sebagai penghubung antara satu dengan lainnya. Baik itu pribadi dengan pribadi
lain, atau pribadi dengan kelompok, juga kelompok dengan kelompok. Peserta
dengan tipe ini mempunyai sifat pandai bergaul, berwibawa, dapat dipercaya.
PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN RAPAT
a. Merencanakan dan Mempersiapkan Rapat
1.
Membuat agenda rapat dan susunan acara rapat
Agenda rapat adalah daftar yang berisi pokok-pokok permasalahan yang
akan dibicarakan dalam suatu rapat. Sedangkan susunan rapat adalah rincian aau
penjabaran lebih lanjut dari topik-topik dalam agenda rapat. Susunan rapat yang
dibuat harus sistematis.


Agenda Rapat Susunan Rapat
2.
Menentukan peserta rapat
Berdasarkan agenda rapat yang telah dibuat, maka dapat ditentukan siapa
saja peserta yang akan akan diundang.
3.
Membuat undangan rapat
Surat undangan adalah surat pemberitahuan yang sifatnya mengharapkan
kehadiran seseorang untuk berpartisipasi dalam suatu acara tertentu di tempat
dan pada waktu tertentu. Undangan
yang dibuat hendaklah memenuhi beberapa syarat, yaitu sebagai berikut :
1.
Menggunakan
kop surat atau kepala surat.
2.
Mencantumkan
nomor surat undangan serta tanggal pembuatan.
3.
Mencantumkan
perihal undangan rapat.
4.
Mencantumkan
nama-nama orang yang diundang rapat.
5.
Mencantumkan
hari, tanggal, waktu dan tempat rapat tersebut diselenggarakan.
6.
Ditandatangani
oleh pejabat yang bertanggung jawab atas surat undangan tersebut.

4.
Membuat daftar hadir peserta rapat
Daftar hadir digunakan untuk mengetahui jumlah peserta yang datang,
untuk mengetahui jumlah sistem yang harus dipersiapkan seperti konsumsi, kursi,
dan sebagainya. Sebagai bahan penyusunan notula rapat dan sebagai dokumentasi.
5.
Mempersiapkan bahan untuk rapat
Bahan rapat yang perlu disiapkan antara lain:
a.
Agenda rapat
b.
Notula/hasil rapat yang lalu
c.
Bahan-bahan yang akan dibicarakan dalam rapat (makalah, laporan dan
bahan-bahan tersebut disatukan dalam sebuah map)
6.
Mempersiapkan peralatan dan perlengkapan rapat
Dalam mempersiapkan peralatan dan perlengkapan rapat sebaiknya dibuat
dahulu daftar kebutuhan peralatan dan perlengkapannya agar dapat dipastikan
beberapa jumlah barang yang dibutuhkan. Peralatan dan perlengkapan yang perlu dipersiapkan dalam rapat antara
lain:
a.
White board lengkap dengan
spidol dan penghapus
b.
LCD projector atau OHP ( Over
Head Projector )
c.
Map atau tas yang
dipergunakan untuk menempatkan bahan–bahan rapat
d.
Note dengan bolpoin
e. Computer atau
laptop
7.
Akomodasi/penginapan
Pada rapat yang dilakukan lebih dari satu hari, biasanya para peserta
rapat akan menginap di suatu tempat.
Untuk itu, sekretaris harus memilih tempat yang cocok untuk pelaksanaan rapat tersebut mulai dari pemesanan tempat,
pembagian kamar, hingga kesiapan penginapan untuk peserta rapat.
8.
Mempersiapkan ruangan rapat
Sekretaris
harus memastikan terlebih dahulu jumlah peserta yang akan hadir dalam rapat.
Apabila jumlah peserta rapat sedikit dapat menggunakan ruangan rapat yang sudah
tersedia. Jika peserta rapat cukup banyak melebihi kapasitas, maka bisa
dipesankan di hotel atau gedung serbaguna yang lebih luas. Hal – hal yang harus dipersiapkan sehubungan dengan ruangan
adalah sebagai berikut:
a.
Cahaya penerangan
b.
Perencanaan warna
c.
Ventilasi udara
d.
Pengaturan tempat duduk
Setidaknya, ada enam model pengaturan yang bisa
diterapkan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Model theater
Model ini merupakan pengaturan tempat
duduk yang paling mudah dibuat serta umum diaplikasikan pada sebuah pertemuan
di skala besar seperti seminar.
2.
Model bentuk U
Untuk acara rapat yang membutuhkan
presentasi, maka penataan tempat duduk dengan pola U sangat pas. model ini
umumnya diaplikasikan pada pertemuan/rapat direksi dan komite. Biasanya
ditambahkan proyektor atau speaker di bagian dalam sebagai focal point
ruangan.
3.
Model kelas
Model ini paling cocok diaplikasikan
pada rapat yang mengharuskan adanya referensi tambahan sebagai materi
pembahasan dalam waktu yang cukup lama.
4.
Model konferensi
Model penataan tempat duduk ruang rapat
seperti ini tidak cocok diterapkan apabila kegiatan rapat membutuhkan
presentasi secara visual.
5.
Model berongga
Model seperti sangat tepat diterapkan
pada rapat yang memerlukan partisipasi antar kelompok peserta
6.
Model Melingkar
Model ruang rapat seperti ini paling
tepat diterapkan pada pertemuan skala kecil dengan interaksi yang sangat kuat
dan saling mendukung.
9.
Transportasi
Jika suatu rapat tidak dilaksanakan di dalam kantor, tentunya
transportasi para peserta rapat ke tempat rapat harus dipersiapkan, jika
menyewa mobil atau bus, maka sekretaris harus menyiapkan nya.
10. Konsumsi
Konsumsi rapat berupa makanan ringan
(snack) atau makanan berat untuk para peserta rapat harus disiapkan agar
para peserta rapat nyaman dalam mengikuti rapat.
11. Kesehatan
Untuk kegiatan rapat yang pelaksanaan nya lebih dari satu hari,
hendaknya disediakan unit kesehatan untuk menjaga kondisi kesehatan para
peserta rapat.
12. Pengecekan persiapan rapat terakhir
Sebelum rapat dimulai pada H-1, sekretaris harus memeriksa segala
persiapan untuk meyakinkan apakah segala sesuatunya telah siap untuk
dipergunakan. Hal-hal yang perlu diperiksa antara lain:
a.
Apakah kursi telah cukup sesuai dengan jumlah peserta rapat?
b.
Apakah letak tempat duduk sesuai dengan fungsi dari setiap peserta
rapat?
c.
Apakah semua perlengkapan rapat sudah tersedia dalam ruang rapat?
Berfungsi dengan baik?
d.
Apakah bahan atau materi rapat yang akan digunakan telah dipersiapkan
dalam satu map?
e.
Apakah daftar hadir, agenda rapat dan susunan acara rapat telah
disiapkan?
NOTULA RAPAT
a. Definisi Notula/Notulen
Notula merupakan catatan singkat berisi ringkasan hasil pembicaraan
mengenai jalannya persidangan/rapat serta hal yang dibicarakan dan diputuskan.
Notula berfungsi sebagai bukti telah diadakan rapat, sumber informasi bagi
peserta rapat, landasan bagi rapat berikutnya, alat pengingat peserta rapat.
Notula bersifat ringkas, sistematis, padat, dan secara menyeluruh. Notula
dibuat oleh sekretaris organisasi atau seseorang yang ditunjuk untuk
melaksanakan tugas itu, dan posisi duduknya dekat pimpinan agar sekretaris
dapat menebar pandangan ke seluruh peserta.
b.
Fungsi Notula/Notulen
1.
Sebagai alat dokumentasi
Notula berfungsi sebagai alat dokumentasi suatu rapat. Hal ini berguna
untuk memudahkan peserta mengetahui jalannya rapat dari awal sampai akhir, apa
saja yang dibahas dalam rapat, serta keputusan apa yang dibuat.
2.
Sebagai alat pengukur kesuksesan
Peserta dapat melihat apakah tujuan rapat telah tercapai dengan melihat
kesimpulan yang tertulis di notula.
3.
Alat peninjau hasil keputusan rapat
Notula juga berfungsi untuk meninjau hasil keputusan rapat. Hasil
keputusan rapat harus ditulis dengan baik agar dapat dilihat oleh peserta rapat
dan juga sebagai dokumentasi.
4.
Sebagai alat bukti
Apabila ada kasus, maka notula dapat digunakan sebagai bahan
pembuktiandi pengadilan
5.
Sebagai sumber informasi untuk peserta rapat yang tidak hadir
Meskipun peserta rapat berhalangan hadir, sebaiknya peserta rapat tetap
mengetahui materi rapat yang dibahas dan mengetahui hasil rapat.
6.
Sebagai pedoman untuk rapat berikutnya
Rapat terdahulu yang memerlukan tindak lanjut, direalisasikan dalam
rapat berikutnya sehingga notula dapat dijadikan pedoman.
7.
Sebagai alat pengingat untuk peserta rapat
Biasanya setelah pembukaan rapat, dibacakan notula hasil rapat
sebelumnya sehingga dapat mengingatkan para peserta rapat.
c. Jenis-jenis Notula
1. Notula harfiah adalah laporan atau pencatatan
secara kata demi kata seluruh pembicaraan dalam rapat, tanpa menghilangkan atau
menambahka kata lain (kata dari notulis). Notula harfiah biasanya berbentuk
dikte atau catatan stenografi, menulis kembali hasil rekaman, dan gabungan dari
keduanya.
2.
Notula rangkuman adalah laporan ringkas tentang pembicaraan dalam rapat.
Oleh karena itu, notulis harus terampil menilai isi pembicaraan setiap peserta
rapat.
d. Ciri-Ciri Notula
1. Bersifat ringkas dan padat
Setiap pencatatan dilakukan secara ringkas tidak bertele-tele, di mana
didalamnya merangkum setiap isi atau subtansi dari perkataan, pendapat maupun
gagasan yang dianggap penting yang dibahas dalam rapat, sehingga pembaca mampu
memahami dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda karena keterangan
yang kurang lengkap.
2. Sistematis
Setiap pencatatan dilakukan dengan cara teratur
atau terperinci dari awal sampai akhir dan satu sama lain saling terkait.
3. Secara menyeluruh
Notula dibuat bukan sekedar hasil pemikiran
notulis, namun sesuai berdasarkan hasil pembicaraan dalam rapat secara
keseluruhan.
e.
Susunan Notula/Notulen
Ada rangkaian yang harus diperhatikan agar notulen tersusun singkat dan
sistematis. Berikut adalah susunan penulisan notulla:
1)
Kepala Notulen, kepala notulen merupakan bagian awal dari penulisan
notulen. Adapun kepala notulen berisi tentang :
a.
Nama organisasi, lembaga, instansi atau perusahaan
b.
Nama dan tema yang dibahas/perihal
c.
Hari dan tanggal acara dilaksanakan
d.
Waktu pelaksanaan acara
e.
Tempat pelaksanaan acara
f.
Peserta rapat semua orang yang mengikuti rapat tanpa terkecuali
disertakan jabatannya.
2)
Isi notulen, isi notulen adalah bagian dari notulen yang berupa hal-hal
yang di bahas dan hasil keputusan rapat. Isi Notulen ditulis agar dapat
membedakan dari susunan sistematis. Susunan sistematika dalam isi notulen dapat
dibagi menjadi 4 yaitu :
a.
Kata Pembuka
b.
Pembahasan
c.
Pembacaan keputusan
d.
Waktu Penutupan
3)
Bagian akhir notulen, Bagian ini merupakan penulisan terakhir yang
terkandung di dalam notulen yang membahas penjelasan tentang hal - hal akhir
penulisan notulen. Bagian akhir notulen dibagi menjadi 3 yaitu :
a.
Nama jabatan
b.
Tanda tangan
c.
Nama pejabat, pangkat, atau NIP
d.
Penandatanganan
Penandatanganan berisi tentang tanda tangan dari pihak -
pihak yang diangap penting dan bertanggung jawab atas terlaksananya acara rapat
tersebut. Notula biasanya ditanda tangani oleh ketua, wakil ketua, sekretaris,
dan notulis.
LEMBAR KERJA
PESERTA DIDIK
Sekolah : SMK Muhammadiyah
2 Malang
Mata pelajaran : Manajemen
Perkantoran
Elemen/Kelas : F/ XI MPLB
Materi Pokok : Notula Rapat
Pertemuan :
XI
Soal:
1.
Petunjuk Kerja
a.
Buatlah
notula rapat berdasarkan soal diatas.
b.
Pengerjaan
diketik pada microsoft word lalu di
kumpulkan dalam format PDF.
2.
Bahan dan Alat:
a.
Laptop
b.
Alat
tulis
3.
Alur Kegiatan:
a.
Mempersiapkan
alat dan bahan yang diperlukan
b.
Baca
soal dengan cermat
c.
Buatlah
notula rapat
d.
Ketik
di microsoft word lalu kumpulkan pada
format PDF
Alur Cerita Rapat Soal:
Rapat Per Semester
tentang kinerja pegawai PT Fancy Mediatama, importir dan distributor ATK Fancy/Alat tulis
Fancy:
Rapat diselenggarakan
pada hari Senin, tanggal 17 Oktober 2022 di Ruang rapat kantor lantai 2 PT
Fancy Mediatama, Importir dan Distributor ATK Fancy/Alat tulis Fancy pukul
10.00 WIB yang dihadiri oleh:
1.
Marsha Dwi Ariyanti M.Si sebagai Direktur Utama
2.
Dhea Syakilla S.M sebagai Sekretaris/notulis
3.
Risma Putri S.E sebagai Pembawa Acara
4. Putri Julianah S.I.Kom sebagai Manajer Kepegawaian
5.
Yoga Prasetyo S.E sebagai Manajer Produksi
6.
Nadiva Aulia S.Ak sebagai Manajer Keuangan
7.
Melati Febriyanti A.Md sebagai Manajer Pemasaran
8.
Ebim Azzam S.M sebagai Manajer Operasional
9.
Azzam Dzikri S.E sebagai Manajer Umum
Agenda Rapat:
1.
Pembukaan dan Pembacaan Doa
2.
Sambutan oleh Pimpinan PT Fancy Mediatama
3.
Laporan Kinerja Pegawai
4.
Evaluasi Kedisiplinan Pegawai
5.
Peningkatan Profesionalisme
6.
Penutup
Rapat dibuka oleh Risma Putri S.E sebagai pembawa acara
pada pukul 10.00 dan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Kemudian pada pukul
10.30 dilanjutkan dengan sambutan Direktur
Utama Ibu Marsha Dwi Ariyanti M.Si. Pimpinan mengucapkan terima kasih atas
kehadiran para peserta dan menyampaikan tentang tujuan dilaksanakannya rapat
yaitu mengevaluasi kinerja pegawai selama tiga bulan (Juli,Agustus,dan
September 2022).
Selanjutnya Putri Julianah S.I.Kom (Manajer Kepegawaian) menyampaikan materi
tentang kinerja pegawai. Berdasarkan data kehadiran yang telah
diinput oleh setiap divisi, menunjukkan bahwa kinerja pegawai mengalami
penurunan. Data presentase kehadiran pegawai seluruh divisi menunjukkan angka
75%, lalu presentase keterlambatan berada pada 70%. Dimana angka ini lebih
rendah dari 3 bulan belakangan ini. Bahkan dalam 2 tahun terakhir pun perusahaan
tidak pernah menyentuh angka serendah ini. Tingkat kehadiran yang menurun
disebabkan oleh banyaknya pegawai yang mengambil cuti di luar hari libur. Kemudian, untuk tingkat keterlambatan
disebabkan oleh para pegawai yang tidak disiplin waktu. Pimpinan juga menganalisa bahwa kinerja pegawai turut mempengaruhi
pencapaian tersebut. Selanjutnya, pimpinan
meminta Dhea Syakilla S.M (sekretaris)
untuk menyampaikan laporan tentang kinerja pegawai, khususnya berkaitan dengan
kehadiran pegawai. Berdasarkan data dari kehadiran pegawai disimpulkan bahwa:
1.
Dari data pegawai sebanyak 100 orang, tingkat kehadiran mereka rata-rata
mencapai 75%
2.
Tingkat keterlambatan pegawai rata-rata 70%
3.
Ketidakhadiran pegawai disebabkan karena mengambil
cuti di luar hari libur
4.
Keterlambatan sebagian besar karena tidak disiplin waktu
5.
Tidak ada pemberian
motivasi atau reward atas pencapaian yang telah mereka lakukan.
Selanjutnya pimpinan meminta
masukan, tanggapan, dan saran dari para peserta tentang data yang telah
disampaikan berikut untuk perbaikan ke depan.
1.
Yoga Prasetyo S.E (Manajer Produksi) menyampaikan tanggapan tentang kebijaksanaan
untuk tidak memberikan aktivitas kerja pada hari libur.
Karena pada hari minggu merupakan hari dimana pegawai harus istirahat setelah
seminggu bekerja. Selain itu, dapat
membuat pegawai untuk bekerja lebih rajin misalnya dengan memberikan insentif
bagi mereka yang hadir 100% setiap bulan.
2.
Melati Febriyanti A.Md menyampaikan bahwa jika
memang benar-benar ada pekerjaan yang urgent di hari libur, maka pegawai bisa
kerjakan akan tetapi diberikan tambahan gaji lembur serta diberikan batasan
waktu pengerjaan jangan sampai full satu hari.
3.
Nadiva Aulia S.Ak (Manajer Keuangan) menyampaikan bahwa harus
memberikan reward
kepada pegawai. Bentuknya pun juga tidak soal uang bisa berupa pemberian
barang, makanan, atau sebagainya. Agar pegawai merasa termotivasi untuk
semangat bekerja.
4.
Putri
Julianah (Manajer Kepegawaian) menyampaikan bahwa bagi
pegawai yang mengalami keterlambatan maka akan diberikan kesempatan maksimal 3
kali dalam sebulan. Selebihnya jika keterlambatan mereka melebihi batas
ditentukannya maka akan dipotong gaji sebesar Rp 50.000,-
5.
Ebim S.E (Manajer Umum) menyampaikan bahwa memberikan pelatihan
kepada pegawai yang harus rutin dilakukan agar pegawai memiliki pribadi yang
lebih tertata dan lebih baik ke depannya. Pelatihan ini akan sangat bermanfaat
bagi perusahaan kedepannya.
6.
Azzam Dzikri S.M (Manajer Operasional) menyampaikan bahwa pemberian kebijakan baru
juga
bisa berupa pemberian jam kerja yang lebih masuk akal. Karena, dari pemantauan
saya jam kerja pegawai itu jauh dari jam aktivitas kerja pada umumnya.
Setelah
adanya masukan, tanggapan, dan saran pimpinan
memberikan alternatif solusi dalam meningkatkan kehadiran mereka yaitu tidak
ada aktivitas pekerjaan di hari libur kecuali bila ada hal yang urgent dan
memberikan tambahan gaji untuk pegawai yang lembur. Memberikan punishment untuk yang terlambat melebihi
batas yang ditentukan. Serta memberikan pelatihan peningkatkan kinerja pegawai.
Rapat
ditutup pukul 15.00 WIB dengan ucapan salam.
Comments
Post a Comment